laporan re-sirkulasi vedca

  1. I.                   PENDAHULUAN

 


 Latar Belakang

                            

Budidaya adalah serangkaian kegiatan pemeliharaan ikan maupun non ikan dalam waktu tertentu. Ikan yang dipelihara akan memiliki pertumbuhan yang baik salah satu factor pendorongnya adalah kualitas air yang baik untuk budidaya.

Kebutuhan air setiap saat terkadang tidak dapat dipenuhi dikarenakan adanya musim yang silih berganti. Pada saat musim kemarau maka kebutuhan air bersih untuk budidaya  sangat susah untuk deperoleh.

Berdasarkan adanya perkembangan tekonologi maka timbulah teknilogi pengelolaan air dengan system resirkulasi yang memanfaatkan air kotor dari proses budidaya yang dikelola melalui filterisasi baik secara biologi, kimia dan fisika. Resirkulasi banyak mempunyai keuntungan diantaranya adalah penghematan kebutahan air pada saat budidaya.

  1. Tujuan

Dalam kegiatan kunjungan ke hatchery maka ada beberapa tujuan yang akan ducapai diantaranya :

  1. Mengetahui proses pengelolaan air di hatchery PPPG Pertanian Cianjur
  2. Mengetahui ukuran-ukuran bak untuk pengelolaan air di hatchery PPPG Pertanian Cianjur
  3. Mengetahui alur proses pengelolaan air dihatchery  Depemen Perikanan Budidaya.
  4. II.                TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Jangkaru (2005) Resirkulasi dalam bidang pemeliharaa  ikan adalah suatu pengadaan air bagi usaha pemeliharaan ikan dengan cara menggunakan kembali air bekas pemeliharaan ikan. Untuk meningkatkan mutu air bekas tersebut, air dialirkan melalui saringan dalam proses resirkulasi. Metode pemeliharaan ikan dengan menggunakan system resirkulasi terutama dilakukan di daerah-daerah yang belum memiliki jaringan irigasi. Dalam usaha skala kecil wadah usaha pemeliharaan ikan dapat berupa akuarium, bak, tangki, dan drum, sedangkan untuk mengalirkan air pada unit usaha kecil berupa aerator atau blower, sedangkan untuk unit skala besar digunakan pompa air.

Selanjutnya Jangkaru (2005) Saringan bagi air resirkulasi berfungis ganda yaitu secara fisik dan biologi. Lapisan ijuk dan pasir melaksanakan fungsi fisik, sedangkan microba yang menempel pada lapisan koral dan batu melakukan tugas biologi. Fungsi fisik adalah menyaring material kasar seperti debu dan koloid, sedangkan fungsi biologi antara lain menguraikan senyawa organik yang bersifat racun, seperti ammonia dan nitrit.

Contoh usaha pemeliharaan ikan yang menggunakan system air resirkulasi sederhana antara lain dengan akuarim, tong, atau drum plastic. Wadah pemeliharaan ikan, misalnya berupa akuarium atau drum dihubungkan dengan sebuah drum plastic yang berisi susunan filter seperti ijuk, pasir, koral, dan batu. Drum filter dilengkapi dengan pipa paralon yang dipasang pada titik sentral tegak lurus sampai mendekati dasar drum. Pipa paralon dihubungkan dengan akuarium sampai kedalaman mendekati dasarnya.

Air kotor dari dasar akuarium akan mengalir secara gravitasi kedalam filter, melalui dasar susunan bahan filter, dan merambat ke permukaan. Air bersih di atas susunan bahan filter dialirkan ke akurium melalui pipa paralon yang dilengkapi dengan selang yang dihubungkan dengan aerator. Hembusan udara aerator akan menggetarkan air dalam pipa paralon dan selanjutnya  air akan mengalir ke akuarium. Kekosongan air di permukaan susunan. (Jangkaru, 2005)

  1. III.             PELAKSANAAN

 

 

  1. Waktu dan Tempat

 

Kunjungan ke hatchery Departemen  Perikanan Budidaya dilaksanakan pada tanggal 10 November 2006 .Bertempat di Departemen Perikanan Budidaya PPPG Pertanian Cianjur.

 

  1. Sarana dan Prasarana

 

  1. Bak pemelihaan
  2. Bak tandon
  3. Tower
  4. Bak filter
  5. Pipa paralon
  6. Pompa
  7. 7.      Aerato
  8. 8.      Blower
  1. IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

 

  1. Hasil

Jumlah bak filterisai                            : 3 buah dengan ukuran 2 x 2 1,5 m

Bak tandon air bersih                          : 1 buah

Kedalaman sumur                               : 120 meter

Ukuran Pipa PVC                               : 1,5 – 2 inchi

Bak penampungan air dari tower        : 4 x 2 x 1,5 m

 

  1. Pembahasan

 

Proses sirkulasi air di Depatemen Perikanan Budidaya adalah belum dilakukan namun ada beberapa bak yang dirancang dan direncanakan akan digunakan untuk resirkulasi air di Departemen Perinakan Budidaya.

Resirkulasi air di Dapartemen Perikanan Budidaya sangat sederhana sekali. Adapun menurut rancangan di Departeman Perikanan Budidaya Bak penampungan air kotor kemudian dialirkan ke bak filterisasi untuk dilakukan penyaringan secara fisika, dan kimia. Kemudian akan dialirkan ke bak tandon (penampungan) dan dari penampungan akan dialirkan kembali ke bak pemeliharaan.

 

Namun karena di Departemen Perikanan Budidaya tidak dilakukan resirkulasi maka air yang berasal dari sumur bor dengan kedalaman 120 meter di sedot dengan menggunakan pompa kemudian dialirkan ke tower penampungan dan diendapkan selama 24 jam. Kemudian dari tower tersebut di buka krannya untuk dialirkan  pada bak tandon yang berukuran 4 x 2 x 1,5 m dan untuk mengisi air pada bak pemeliharaan maka terlebih dahulu diendapakan selama 24 jam. Setelah itu baru dapat dialirkan pada bak pemeliharaan ikan atau lobster.

  1. KESIMPULAN

  1. Kesimpulan

 

  1. Resirkulasi di departemen Perikanan Budidaya tidak dilakukan namun ada beberapa kegiatan pengelolaan air yaitu air berasal dari sumur ditampung di tower kemudian di tampung bada bak tandon kemudian diendapkan dan dialirkan pada bak pemeliharaan.
  2. Adapun sarana dan prasarana resirkulasi air adalah sebgai berikut :
  • Jumlah bak filterisai                      : 3 buah dengan ukuran 2 x 2 1,5 m
  • Bak tendon air bersih                    : 1 buah
  • Kedalaman sumur                         : 120 meter
  • Ukuran Pipa PVC                         : 1,5 – 2 inchi
  • Bak penampungan air dari tower  : 4 x 2 x 1,5 m
  1. Saran
  1. Sebaiknya Departemen Perikanan Budidaya membuat system resirkulasi air agar kebutuhan air dapat terjaga dan lebih sedikit membutuhkan air berasal dari sumur
  2. Dalam pengelolaan air  di Departemayan Perikanan Budidaya sebaiknya menggunakan tehnik pengelolaan air yang lebih modern sehingga air yang dipakai untuk budidaya lebih terjamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: